Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ziarah

Mencium Hajar Aswat

Gambar
Bagi sebagian jamaah haji Indonesia, mencium Hajar Aswat (atau Hajar Aswad) adalah suatu hal "wajib" yang biasanya menjadi salah satu cerita yang dijadikan "oleh-oleh" saat pulang ke tanah air. Namun pada saat musim haji yang sangat ramai, hal yang satu ini tergolong sangat sulit dilakukan dan beresiko cukup tinggi. Ini karena padatnya keadaan di sekitar Ka'bah. Ribuan orang ingin melakukan hal yang sama pada saat bersamaan dan tidak ada sistem atau aturan yang mengatur agar proses penciuman berjalan lancar, teratur, aman, dan "adil".

Mesjid Nabawi Nan Eksotis (1)

Gambar
Bagian kedua dari "pandangan mata" saya saat mengunjungi mesjid Rasulullah di kota Madinah. Semoga bisa memberi semangat bagi siapapun untuk mengunjunginya. Saya bagi dalam 2 tulisan, lihat bagian kedua . Salah satu waktu paling eksotis berada di mesjid ini adalah saat lepas sholat subuh. Saat matahari menjelang muncul di cakrawala, ketika ribuan jamaah bersantai di sekitar mesjid menikmati teh susu panas dan sepotong roti kebab. Gambar diatas ini diambil dari depan jam besar tepat didepan pintu utama mesjid, saat mentari mulai muncul dari timur (bagian kiri mesjid). Kiblat menghadap ke selatan, arah ke kota Mekkah. Di latar depan adalah mobil polisi Madinah yang parkir siap siaga setiap saat.

Mesjid Nabawi Nan Eksotis (2)

Gambar
Bagian kedua dari cerita foto Mesjid Nabawi di Madinah. Lihat bagian pertama dari tulisan ini. Foto yang berhasil saya ambil diam-diam saat sholat subuh di shaf terdepan mesjid Nabawi. Mihrab dengan microphone itu adalah tempat berdirinya imam. Kita harus masuk berjam-jam sebelum mulainya sholat agar dapat tempat "VIP" seperti ini. Perhatikan bahwa ada banyak sekali jamaah Indonesia yang berada di shaf terdepan ini, ditandai dengan kopiah hitam. Persis dibelakang saya duduk, ada area yang disebut Raudah. Area super padat yang disebut sebagai "potongan kecil surga" yang ada di bumi.

Do'a Menggugah Hati

Salah satu hal yang paling berbekas di hati selama "training" 40 hari ini adalah pengalaman merasakan indah dan nikmatnya berdo'a. Tersadarlah diri bahwa hampir 40 tahun hidup di dunia ini ternyata saya bukanlah orang yang santun dan khusyuk meminta kepada yang Maha Agung yang mengabulkan segala do'a umat-Nya. Do'a adalah representasi betapa kecil dan lemahnya kita sebagai manusia. Do'a adalah penyerahan diri kita kepada yang Maha Kuasa. Berdo'a adalah pengakuan bahwa kemampuan pikiran dan fisik kita amatlah terbatas, kita mengagungkan-Nya dan meminta pada-Nya karena kita tahu bahwa hanya Yang Diatas sana yang tahu dan bisa memecahkan masalah kita dengan cara-cara yang diluar jangkauan pikiran kita. Allah SAW telah menyuruh kita berdo'a dan memohon kepada-Nya. Allah SAW berjanji akan mengabulkan do'a kita, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (QS Ghafir 60).

Hikmah dari Ziarah ke Makam Baqi

Gambar
Disamping Mesjid Nabawi terdapat makam Baqi, suatu kompleks kuburan yang cukup luas dan berada di tengah kota Madinah. Saya dan teman-teman sempat berziarah dan berkeliling dalam areal makam. Pekuburan ini sangat berbeda dari kuburan muslimin di negeri kita. Bedanya? Kuburan kita sangat fancy, penuh warna, penuh asesori, ada kuburan yang diberi "kijing", bahkan ada yang diberi pondok beratap. Beda lainnya? Di Baqi, kita tidak tahu siapa yang dikubur di bawah gundukan yang hanya bertanda 2-3 batu biasa. Tidak ada nisan bertulisan nama, tak ada tanda apapun yang membedakannya dari kuburan lainnya. Gundukan tanah yang adapun seakan tak terawat terlanda abrasi (erosi yang disebabkan angin).

Postingan populer dari blog ini

Mesjid Nabawi Nan Eksotis (1)

Beratap Langit di Muzdalifah

Sholat Dhuha di Tanah Suci