Postingan

Mencium Hajar Aswat

Gambar
Bagi sebagian jamaah haji Indonesia, mencium Hajar Aswat (atau Hajar Aswad) adalah suatu hal "wajib" yang biasanya menjadi salah satu cerita yang dijadikan "oleh-oleh" saat pulang ke tanah air. Namun pada saat musim haji yang sangat ramai, hal yang satu ini tergolong sangat sulit dilakukan dan beresiko cukup tinggi. Ini karena padatnya keadaan di sekitar Ka'bah. Ribuan orang ingin melakukan hal yang sama pada saat bersamaan dan tidak ada sistem atau aturan yang mengatur agar proses penciuman berjalan lancar, teratur, aman, dan "adil".

Beratap Langit di Muzdalifah

Gambar
Sekitar jam 8 malam kloter kami tiba di Muzdalifah. Suatu suasana yang sangat luar biasa, suasana yang rasanya tidak pernah saya dapatkan sebelumnya dalam 40 tahun kehidupan saya. Di temaram kegelapan, ribuan lampu kekuningan terhampar di padang nan luas membentang. Jutaan manusia perlahan ditumpahkan ke padang maha luas ini. Kami termasuk beruntung karena hadir sangat awal saat belum begitu banyak bis datang. Saat kami tiba di area yang diperuntukkan bagi kami, hanya ada sekitar 2 kloter lain di lokasi ini, kami dengan leluasa bisa memilih tempat yang dekat dengan gerbang pagar menuju bis keluar yang akan mengangkut kami ke kemah Mina.

Suasana Padang Arafah (2)

Gambar
Bagian kedua dari laporan pandangan mata selama di padang Arafah. Lihat bagian 1 dari tulisan ini. Setelah makan siang, tampak rekan jamaah Surabaya ngobrol lepas didepan tendanya. Ini pemandangan biasa, terutama bagi jamaah perokok. Lihat juga bahwa spanduk yang dibawa ternyata ada pesan sponsornya :-)

Suasana Padang Arafah (1)

Gambar
Persis maghrib kami tiba di Arafah dan turun dari bis masuk ke area perkemahan kloter kami. Padang Arafah sudah bukan padang pasir luas tak berpohon lagi. Arafah masa kini sudah banyak ditumbuhi pohon dan begitu indah terutama saat kami sampai di lokasi. Kami sangat beruntung karena ritual baru akan dimulai besok siang tanggal 9 Zulhijjah, sementara kami sudah tiba sangat awal tanggal 8 maghrib. Seharusnya waktu yang begitu banyak ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk beribadah dan memohon ampun kehadirat-Nya. Lihatlah semburat merah jingga di langit dengan latar belakang sebuah gunung saat kami menjejakkan kaki pertama kali di padang ini... sungguh indah.

Saat-Saat Berangkat ke Arafah

Gambar
Sejak pagi di tanggal 8 Zulhijjah, kami sudah bersiap untuk melaksanakan puncak ibadah haji. Suasana sangat excited tetapi juga tegang. Mampukah kami berkonsentrasi penuh mengikutinya dan mendekatkan diri sepenuhnya ke Sang Pencipta. Beberapa hari kedepan ibadah ini memasuki tahap yang paling membutuhkan kesiapan fisik. Kebetulan kloter kami mendapat giliran berangkat sore hari ke Mina. Jadwal berubah terus, mulai dari jam 15.00, geser ke jam 16.00, hingga akhirnya tiba-tiba jejeran bis yang dikomandoi tim mu'assasah Arab Saudi datang dan meminta kita segera naik ke bis menjelang maghrib. Berangkatlah kami mengarungi jalanan macet dari Mekkah menuju padang Arafah. Ya Allah, jadikan haji kami haji yang mabrur...

Membayar Dam, Memotong Kambing

Gambar
Karena memilih metode haji tammatu' (lihat keterangan tentang metode ini dibawah) maka saya dan rombongan diwajibkan membayar dam berupa pemotongan hewan sekelas kambing. Kebetulan ketua rombongan kami mempunyai rekan di Mekkah yang bisa membantu melaksanakan kegiatan ini secara langsung di penjagalan. Bahkan dengan harga yang sudah miring, kami masih diberi bonus jalan-jalan ke Mina, Jabal Tsuur, Jabal Rahmah dan Jabal Nur tempat gua Hira berada. Berikut proses penjagalan yang kami alami di suatu rumah jagal diluar kota Mekkah yang saya ceritakan melalui foto. Bagi yang tidak kuat melihat darah, disarankan tidak membuka tulisan ini.

Foto Suasana Masjidil Haram (3)

Gambar
Bagian ketiga dari tulisan tentang suasana Masjidil Haram. Lihat bagian pertama dan kedua. Pelataran luar mesjid bagian belakang. Di latar belakang tampak pemandangan unik nan eksotis khas kota Mekkah yang berbukit-bukit dengan gaya rumah kotak-kotak. Rumah terbawah di bagian tengah yang agak lebar adalah rumah kelahiran Rasulullah SAW. Di latar belakang tampak rombongan jamaah haji Afrika yang besar dan tegap, berjalan bak legiun tentara Romawi.

Foto Suasana Masjidil Haram (2)

Gambar
Bagian kedua dari Masjidil Haram, "pandangan mata" saya selama berada di tempat suci yang indah ini. Lihat juga bagian pertama dan ketiga dari tulisan ini. Bergaya di pintu depan Masjidil Haram lantai 2. Persis di latar belakang adalah bangunan Hotel Hilton yang berarsitektur unik. Di bagian undakan terbawah hotel tampak gerbang utama mal paling ramai di Mekkah selama musim haji. Terlihat juga betapa dekatnya mesjid dengan pintu pusat perbelanjaan.

Postingan populer dari blog ini

Mesjid Nabawi Nan Eksotis (1)

Beratap Langit di Muzdalifah

Sholat Dhuha di Tanah Suci